siapakah aku

View my complete profile!

abe
adita
buyung
nabil
Antok<


Thursday, September 29, 2005

   
I Am Happy for my friends' happiness. Sharing their happines is my happiness. Posted by Picasa

posted by Juwariah Arie | 0 Comments

Thursday, September 22, 2005

   Agenda
Gaya WAkil Bank Indonesia Di Hong Kong

Rombongan BI, Sempat, Jadi Pusat Perhatian
Ada yang lagi Nyari Istri Lho..???


Perwakilan dari bank Indonesia, saat berada di HK, bersama Pejabat KJRI
Duh, Ada yang tertidur rupanya...!!!!!

Kisah ini berawal dari ketidak sengajaanku bertemu dengan rombongan Bapak dan Mas2dari Bank Indonesia, yang kebetulan berkunjung ke Hong Kong Minggu(18/9/2005).
Sesudah selesai sebuah kegiatan di masjid Tshim sha Tsui, akhirnya dengan setengah berlari aku menuju Causeway Bay. Ada satu kegiatan yang harus aku kejar lagi. Namun Ups..!!! langkahku terhenti ketika aku melihat Pak Bambang dengan beberapa orang baru di sekelilingnya. Siapakah mereka. Dengan lagak sok pura-pura ketemu (Padahal emang gue ingin tahu siapa mereka, siapa tahu bisa di jadikan sebuah cerita..)

“ Pak Bambang, Selamat siiiii eh… sore.., maaf salah dah sore” ucapku nyengir..

“Apa khabar Pak, lama nggak ketemu” tambahku, sambil menjabat tangan Pak Bambang.

“ Khabar baik Mbak Arie, Mbak Arie sendiri bagaimana? Oh ya perkenalkan ini perwakilan dari Bank Indonesia. “ ujar Pak Bambang sambil tersenyum

Kemudian seorang lelaki setengah baya (tapi masih cakep lho) mengulurkan tangannya…
“Bram….” Ucap bapak itu lirih sekali (namun dengan susah payah aku mampu mendengarnya)

“ Arie ..” sambil menerima uluran tangannya dengan senyum pasaranku apabila bertemu dengan orang baru.

“Mbak Arie ini wartawan dari Majalah Rose Pak, majalah local yang berada di Hong Kong” jelas Pak Bambang ke Pak Bram.

Kemudian saya dengan Pak Bram segera terjadi wawancara singkat, dan saling bertukar kartu nama dan karena memang saat itu waktunya teramat mepet, maka harus ku relakan mereka segera berlalu pergi (katanya sih mereka mau ke Mc. Donald, laper.., duh..di Mc Donald..).

Tapi kemudian masih ada tiga orang lagi yang Ups..!! kesemuanya masih muda, seumuran saya kali…hehehe.., dasar..!!!,(duh.. masih muda2 sekali hehe...) setelah terjadi basa-basi bentar akhirnya biasalah tukeran kartu nama, dan go..go..go.., tenyata mereka udah di tinggal pergi ama Pak Bram… (kasihan…)

Hari Senin 19/11/2005

xxxxxxprincess: wah..., gimana to, wartawan kok ngendon aja di rumah

Ariearie82: Duh ibu…, khan baru hari ini aja.., kok sewot bangetsih.hehehe..

xxxxxs: tuh, Fanani ama si Zeki dah kluyuran ke mana-mana

xxxxxxs: tuh ada berita re BI

Ariearie82: ibu ini.., kita khan nggak nyari berita, kita khan nyari info..!!!

xxxxxxxs: ooo.., gitu ya.., kalo gitu saya cari Fanani and zeki

Ariearie82: duh.. gitu aja ngambek. Saya udah tahu tentang berita itu tapi kurang lengkap aja kok..

Xxxxxxs: re bank Indonesia, bukan berita Indonesia!

Ariearie82: iya.. bu saya tau, tanpa sengaja hari minggu kemarin saya udah ketemu ama mereka, ada satu rombongan tuh, dan masih muda.. hehehehe…

Xxxxs: iya… saya tadi khan lunch bareng mereka, masih muda dan duh pada cerdas semua…busyet deh..

Ariearie82: hehehe…..udah jangan di pikiran, khan udah ada yg punya semua… hehe

Xxxxs: ada yg belum, ada yang sudah. Mereka sekarang ada di sini kok, mau rapat nanti di Ramayana.

Ariearie: oke deh bu, saya segera meluncur ke sana….

Xxxxs: oke…, saya juga mau turun bentar..

Ariearie82has signout 19/11/05. 15.24.03 PM

Segera…!!!
Aku melarikan diriku menuju ke konsulat untuk wawancara dan ngambil photo mereka.
Tapi pertama-tama tak lupa aku menghubungi Pak Bambang yang memang bertanggung jawab untuk menemani mereka (takut hilang kali…)

“Hallo, dengan pak bambang, Pak saya Arie, dari Rosemawar…, mau wawancara sebentar dengan orang2 dari BI, apakah mereka ada di sana Pak”

“Iya, mereka ada di sini mbak, tapi kita mau rapat”

“Oh iya, ga papa dech, saya khan bisa tunggu di loby pak”

“ Iya dech..i ya.., sampai ketemu nanti...”

“ Thank you Pak..”

Dengan peluh yang menetes (maklum khan tadi lari) akhirnya sampai juga aku di tempat yang aku tuju.
Dengan nafas yang sengaja sudah ku tata, ku tebarkan senyum ke semua yang di loby.., hehehe.., tenyata cuman ada Mbak Bella, :

“siang Mbak Bella..” sapaku.

“siang..," jawab mbak bella.

Sekitar hampir setangah jam aku menunggu, namun tidak ada yang muncul-muncul, tapi kemudian ada Pak Bambang…

“ Pak Bambang,,.., sapaku..

“Udah lama nunggu ya..”

“Lumayan lama Pak” jawabku polos..

“Naiklah ke atas (emang ada naik ke bawah), mereka semua ada di atas..” Pak bambang menawarkan


Ku langkahkan kaki masuk ke dalam ruangan itu.., dan banyak sekali para pejabat yang berada di dalamnya, ada bu Enny, Pak Haris, Pak Budi, Pak Asan, dan rombongan dari BI.

“ Selamat siang Pak Bu” ucapku kepada mereka semua...

“Siang.. “ jawab mereka hampir serempak...

“Nah .. ini dia, wartawan kita baru datang…” ucap pak Harris

“Lho.. , kok nggak pakai jilbab lagi..? tanya Pak Bram

“ Maaf pak, hari itu ada undangan di masjid, jadi harus pakai jilbab” jawabku nyengir.

Kemudian aku lanjutkan dengan membagikan Majalah Andalanku, walaupun masih awut2an namun itulah darah dagingku.. (ci ile..) dan saat ku sebutkan bahwa Covernya adalah nakerwan, eh langsung mereka pada nggak percaya. Sampai2 PDA nya Safari jatuh.., duh kasihan dech.. (rusak gak Saf.. hehehe..)

Sekitar setengah jam aku wawancara Pak Bram tentang bayak hal, tentang semua yang aku perlukan untuk informasiku. Dan setelah wawancara selesai, dengan tak kalah serius Pak Bram bertanya padaku.
Dengan agak mengerutkan kening (mikir: MAu nanya apakah gerangan..)
"I ya Pak, Silahkan"...jawabku sambil masih bertanya tanya dalam hati..

“Mbak Arie, ngomong2 udah berkeluarga belum” Tanyanya polos banget oey.., yg akhirnya tidak bisa menahan tawaku…,
(hahahahahhaha...)???????

“ Belum Pak…,” jawabku sambil tertawa…,

“ Nah kebetulan neh, karena staff saya lagi nyari istri…”

“ Saf, saf, sini saf…, Coba berdiri di sini” panggil Pak Bram ke Safari yang terlihat agak canggung.
Dengan muka bagai kepiting goreng, yang di panggil (Safari :dengan agak2 gimana gitu..!!! akhirnya berjalan mendekat...)
(Biasa aja Saf, ntar ganti mereka yang kita kerjain…)
Gurauan yang di ciptakan oleh Pak Bram benar2 membuat kami yang di situ semuanya tertawa ngakak.

(setelah semuanya dah pamitan pulang, Safari sempat berkata padaku, " Rie, sorry ya.., jangan di masukin ke hati" .....--------" siapa juga yang mau masukin ke hati..., biasa aja lah...""""...)))



“Wah.. jangan buang2 kesempatan lah..” nanti kesempatan itu akan pergi lho…, celutuk Mas Iwan sepertinya.

Begitulah, suasana penuh canda dan kekeluargaan terlihat sekali pada sore itu. Bahkan Pak harris, dan Bu Enny pun sempat tertawa karena ulah mereka. Walaupun becandanya sampai ancur namun kesan itulah yang justru kami harapkan. Walau ada sedikit kekecewaan karena malam harinya rencana Dugem gagal namun rasanya wawancara dan obrolon kita sudah cukup menyenangkan.

Atas nama Pribadi dan seluruh teman-teman yang di Hong Kong, kami mengucapkan terimaksih sebesar-besarnya atas kesempatan yang di berikan kepada saya untuk Ngobrol dan bercanda. Semoga saja kita bisa bertemu kembali secepatnya;
Dan terimakasih juga atas kenang-kenangannya (uang dari BI , Yang ngasih Safari sich...)

Pak Bram, Mas Iwan, Mas Panji, Mas Safari, di tunggu kedatangannya lagi di Hong Kong

Thanks..

Hong Kong 22/9/2005

PS; Mohon Maaf atas segala kata yang tidak begitu berkenan di hati...


posted by Juwariah Arie | 1 Comments

Tuesday, September 20, 2005

   Kreatifitas Nakerwan Indonesia Di Hong Kong
Di Antara Peluh dan Keluh
Nakerwan Terbitkan Buku

Apabila seorang pengarang dan penulis menerbitkan buku itu adalah hal yang biasa, tapi apabila pembantu rumah tangga menerbitkan buku, itu adalah suatu hal yang sangat luar biasa. Tetapi hal itu benar-benar terjadi. Setelah melalui berbagai perjuangan panjang, dan masa –masa belajar yang tak tergolong sebentar, ketujuh nakerwan ini dengan bangga meluncurkan karya mereka dalam satu buku yang berjudul “Hong Kong, Namaku Peri Cinta”
Perwakilan dari KJRI- Nugroho Y Aribimo, saat menyerahkan piagam kepada pemenang lomba menulis cerpen

Bapak Abdul Malik Harahap, Utusan dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris saat memberikan hadiah Laptop kepada pekumpulan FLP


Taufic Ismail dengan Nyonya bersama Helvi Tiana Rose, Dan keluarga Garuda Indonesia (GA) Hk


Penulis bersama Parang pengarang FLP, Vivien, dan Helvi


Hasil Karya Mereka

(Hong Kong Namaku Peri Cinta)

Bagaimana ceritannya hingga mereka bisa terbitkan Buku tersebut???

Di antara peluh dan keluh, mereka Wujudkan impian mereka...

Tekad yang Membaja

Bermodalkan bakat dan tekad beberapa pengarang muda ini berusaha menyalurkan hobby mengarang mereka. Tidak pernah mereka memperdulikan bahwa mereka hanyalah seorang pembantu rumah tangga. Nakerwan. Yang kadang kala selalu mendapatkan pandangan buruk dari masyarakat. Namun, tidak!!! Karya mereka, tekad mereka, dan semangat mereka mampu menghapus pandangan yang demikian. Buktinya mereka telah berhasil menerbitkan satu buah buku.

Berawal hanya dari sebuah tekad dan bakat, tenyata itulah yang bisa mendorong mereka untuk melakukan hal-hal yang di anggap orang mustahil. Menulis pada jam satu bahkan jam dua malam? Bahkan menggunakan taman sebagai tempat belajar dan diskusi mereka. Sungguh suatu perwujudan dari sebuah semangat yang luar biasa! Mereka simpan Ide emas mereka di dalam pikiran masing-masing. Menuliskan ide-ide dengan megorbankan waktu istirahat mereka yang hanya beberapa jam. Sungguh mengagumkan! Mereka tidak perduli walau mereka hanya mampu menuliskan karya mereka dengan tulisan tangan, mereka tetap megobarkan tekad yang membara dari dalam hati mereka.

Lantas, siapakah yang mengajari mereka menulis? Siapakah yang akan mengoreksi karangan mereka? Dan siapa pula yang akan menyalurkan tulisan mereka agar bisa di baca orang lain atau bahkan di terbitkan?.

Peran Forum Lingkar Pena

Untuk menampung dan mengarahkan semua tulisan yang telah di karang, atas kiat usaha seorang Nakerwan yang bernama Endang Pratiwi (mantan ketua FLP- Hong Kong, sekarang sudah di Indonesia) dia berusaha untuk menghubungi Forum Kepenulisan yang telah banyak melahirkan penulis penulis terkenal, dan juga telah menerbitkan ratusan buku. Forum tersebut di sebut Forum Lingkar Pena atau FLP.

FLP sendiri di didirikan pertama kali 22 Februari 1997 oleh Helvi Tiana Rosa, Asma Nadia dan Muthmainnah. Ketiganya adalah penulis dan sastrawan Indonesia. Kemudian setelah melewati beberapa persyaratan akhirnya pada Februari 2004 dibukalah FLP cabang Hongkong.
Sejak di bukanya cabang FLP – Hong kong bakat menulis mereka semakin terarah dan mendapatkan bimbingan dan dukungan yang jelas. Berkat bimbingan dari Helvi Tiana Rose dan Asma Nadia yang tak henti-hentinya memberikan didikan, mulailah FLP Hongkong menunjukkan jati diri mereka. Mulai dari di adakannya lomba menulis puisi sampai menulis cerpen. Dan dari situlah akhirnya mulai nampak terlihat manakah penulis yang benar-benar berbakat. Mereka terus berusaha menunjukkan karya-karya terbaik mereka kepada masyarakat dan berkat koordinasi yang baik dari dari semua anggota.


Menuai Keberhasilan

Setelah melewati persiapan dan ujian berat hampir satu tahun, akhirnya pada hari Minggu (18/9/2005) Buku karya ketujuh nakerwan yang kesemuanya tergabung dalam FLP- Hongkong resmi di luncurkan. Selain beberapa undangan dari wilayah lokal peresmian buku saat itu juga di hadiri oleh Taufic Ismail dan Helvi Tiana Rose yang sengaja di datangkan dari Indonesia. Bahkan beberapa anggota FLP dan semua hadirin sempat meneteskan air mata ketika utusan dari Departement Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Abdul Malik Harahap memberikan titipan dari Menteri Tenaga Kerja Fahmi Idris berupa satu buah Notebook (laptop) kepada FLP- Hongkong.

Ketujuh pengarang yang layak di ibaratkan sebagai mutiara itu adalah; Wina Karnie, Syifa Aulia, Andina Respati, S. Aisyah. Z, Fia Rosa, Rof, Ikriima Ghaniy. Kesemuanya saat ini berprofesi sebagai pengarang dan mempunyai hobby membantu orang lain, seperti apa yang di ungkapkan oleh Taufic Ismail.

Buku “Hong Kong Namaku Peri Cinta” di cetak sebanyak 3000 exsempler ini di terbitkan oleh Lingkar Pena Publishing House yang beralamatkan di Depok –Jakarta. Dengan di terbitkannya buku karangan teman-teman nakerwan ini rasanya sudah merupakan suatu bukti kuat bahwa sebenarnya semua orang di dunia ini tidak bisa di nilai dari siapakah dia dan sebagai apa, namun marilah kita sama – sama melihat apa yang bisa dan mampu mereka kerjakan. Pembaca semuanya, tunjukkanlah bahwa Anda mampu melakukan Sesuatu. Bangkit dan lakukanlah sesuatu agar Hidup Anda berarti.

Sumber: RoseMawar Magazine HK Ltd.

Penulis: Arie



posted by Juwariah Arie | 0 Comments

Tuesday, September 13, 2005

   Story of the Day
Tawa: Hikers Sejati, Dalam Pengembaraanya….

Temukan Nuansa Alami, Di Hong Kong.

Dan Aku Pingsan…, Oh No..!!!
"Gara-gara naik tangga inilah mataku mulai berkunang-kunang"
Sore itu, berkat kusak kusuk sms dari ketua Hikers sejati, akhirnya di putuskanlah kegiatan hiking bersama. Dengan kegembiraaan yang luar biasa, hari itu aku bisa bangun jam 05.00 pagi. Dan aku benar2 merasakna ternyata bangun pagi itu enak ya…!!! Hehehe.

Dengan gaya bak Hikers sejati, aku menenteng tas yang sudah aku persiapkan pada malam hatinya. Namun, ada yang membuat aku agak jengkel, “hallo2 hiking, malam hari, mendadak lagi, dan aku gak punya celana dan sepatu khusus untuk hiking…”, Alhasil, aku pakai celana jeansku yang paling enak buat jalan, dan sepatu kainku. Duh .. kasihan.

Ku tinggalkan rumah tepat jam 7.30 pagi, dan segara ku meluncur ke tempat yang di janjikan. Setelah beberapa saat menunggu teman yang lain, akhirnya berangkatlah kami menuju arena hiking yang katanya nggak lumayan berat itu.
Ohya Hikingku yang pertama kali di Hk itu, mengambil rute di Shek O, dan saat itu kami ada berenam saja. Di antaranya; Pak Dicky, Pak Friatma (dari Garuda Indonesia), Pak Haris, Pak Yudhie, dan Mbak Bella (dari KJRI- Hk) dan aku sendiri.

Hatiku melonjak senang ketika ku lihat pemandangan yang begitu segar alami, namun hatiku menjerit sedih ketika aku rasakan lama kelamaan jalan yang kita lewati makin lama makin menanjak ke atas.(atau karena memang aku baru pertama kali ngikut ya…)
Hehehe… Jalanan yang licin dan berbatu yang aku lewati, serta pemandangan alam yang begitu Indah segera menghilangkan rasa lelah dan ketakutanku. Namun…, ketenanganku tidaklah berlangsung lama. Hah… ku lihat Pak Dicky, Pak Friatma, dan Mbak Bella sudah berada di atas sana. Padahal di depanku masih terpampang tangga yang tinggi membentang. Aku berdiri di bawah tanjakan itu, dan aku memandang ke atas, dan aku berguman, “Akh.., andainya aku bisa terbang…, tinggal keluarin sayap aja kali ya...”

“Ayo Rie, tinggal separo aja kok”, kata Pak Harris yang berada di belakangku.

“Ayo tinggal sedikit lagi kok” ujar yang Yudhie yang kemudian berjalan mendahuluiku.

Wah… malu-maluin nich kalo aku sampai ambruk di situ!! Aku kumpulkan semua tenagaku untuk bisa naik ke atas, dan saat aku menatap ke atas, rasanya aku lihat mereka semua tersenyum ke arahku. Entah darimana datangnya kekuatan itu , aku lewati tangga itu, dan hah… akhirnya aku sampai juga di atas…..

Dari Kanan: Me (sesudah pingsan, namun tetap bergaya. hehehe..) Pak Dicky( yang kasihan dech tersenyum dalam duka karena gak punya handuk, tuh bajunya basah semua) Mbak Bella, (yang menunjuk ke belakang , katanya di belakangnya ada sosok aneh... hehehe....)

Tapi…!!!, aku rasakan kepalaku berat sekali, dan aku gak kuat lagi menyangga tubuhku. Dan aku berusaha mencari tempat yang bisa aku jadikan sebagai tempat duduk.
Akhirnya aku terduduk lemmas, dan aku merasakan semua yang ada di sekelilingku berputar, dan berputar. Semuanya berubah warna, dan aku berkata pada mereka bahwa aku akan baik bak saja, hanya butuh waktu istirahat sebentar.
Ku rasakan semua darahku naik ke ubun-ubun, lemmas sekali dan gemetar,

Samar-samar ku dengar suara Pak harris, “istirahat dulu, nanti kita jalan lagi” dan suara Mbak Bella yang begitu lucu, dan sempat membuatku tersenyum. “Yuk, Wartawannya di potret yuk, dia khan lagi pingsan.” Samar2 ku dengar suara bella.

“Nah tuh, nggak kuat khan…” samar-samar terdengar suara Pak Dicky, yang kemudian di susul oleh tawa kecil pak Friatma.

“Tenang Rie, tenang…” sepertinya itu suara Pak Yudhie

Dan kurasakan mereka semua bergantian membuat lelucon, yang membuatku tidak rela untuk tidak melanjutkan perjalanan yang sudah berkali-kali gagal itu. (Padahal dalam hati aku malu banget, aku yang paling muda di antara mereka, dan aku nggak kuat meneruskan perjalanan, akh… enggak lah yau…!!!) Dengan kesadaran penuh aku menarik nafas panjang-panjang, dan aku berusaha mengumpulkan semua sisa-sisa tenagaku. Dan akhirnya usahaku berhasil. Terimakasih Tuhan. Engkau telah memberikan kekuatan kepadaku.


Dari Kanan: Pak Yudhie pahlawan bertopeng, Pak Harris yang punya ekor, Me yang sok kuat tapi tenaga kurang, Pak Dicky ketua suku yang sok baik hati, Pak Friatma yang baru dari belakang sepertinya. Lho Mbak Bellanya mana??? oh dia yang lagi motret, thanks ya...!!!

“Dah… sudah… yuk jalan lagi, aku sudah kuat berjalan kok, “ucapku sambil berdiri dan mulai berjalan lagi.

“Sini –sini ku bawain tasnya …” Ucap Si kepala suku sok berbaik hati, dan mungkin kalo benar aku berikan tas punggungku padanya maka dengan enteng dia akan segera meninggalkannya atau bahkan membuangnya.

“ Nggak lah, terimakasih, “jawabku sambil nyengir. Dan kemudian terus berjalan.

“Kuat nggak Rie, “tanya Mbak Bella sambil bercanda.

“Sini ku bawakan kameranya” ucap Pak Yudhie berbaik hati (ya karena memang dia baik hati)


Wah nich masih pada seger semua nich, aku pun masih berkicau dengan kerasnya, baru mau berangkat sich....

“Enggaklah Pak , Makasih, saya masih kuat bawa sendiri kok, (walaupun nyatanya tasku itu memang super berat karena banyak muatan di dalamnya.

“ Sesudah ini jalannya enak kok.., gak ada lagi yang menanjak” kata Pak Dicky menjelaskan yang kemudian segera di iyakan oleh Bella, Pak Harris, dan Pak Yudhie.

Dan memang benar, ternyata jalannya tidaklah sesulit yang aku bayangkan.

Walaupun ada berbagai rintangan Cecil, namun hal itu tidaklah membuat aku berfikiran untuk mundur. (dan kalaupun mundur mau mundur ke mana, ke belakang..hehehe)

Walaupun tertinggal jauh di belakang, yang penting aku bisa menyelesaikan perjalannku. Dan walaupun Pak Yudhie sempat mendapatkan gelar pahlawan bertopeng, karena berjalan di belakang, namun beliau tetap cuek-cuek saja(ya karena pada dasarnya kita bercandanya sampai ancur) hahaha..
“Rie.., “kata Mbak Bella mengejutkanku.

“Ya..” jawabku cepat.

“Kamu tadi ingat nggak, saat kamu bilang kita semuanya monyet.” Ucap Mbak Bella serius.

“Hah…, yang bener aja, nggak tuh. “ jawabku membela diri.

“Kamu tadi teriak-teriak ngatain kita semua monyet.”ungkap Mbak Bella sekali lagi.

“hahahahahaha…………………, “kontan, aku tertawa ngakak…

“Hush… di bilangin nggak percaya, bahkan tadi itu kamu marah-marah suruh kita tinggalin kamu di sana sendirian.” Ungkap Bella berapi-api (walau ku tahu mereka pada mau ngerjain aku)

“ malah tadi itu kamu bilang, tuh Pak Friatma Monyet…” ucap Bella lagi.

“Ha hahahhaha….” Aku tak bisa menahan tawa, dan ku pandang Pak Friatma dan kemudian aku bertanya kepada beliau.

“iyakah Pak Friatma” tanyaku pada Pak Friatma bersungguh-sungguh…

“……..”

Pak Friatma yang aku tanya hanya tersenyum, dan semakin membuat aku tambah geli. Dan dalam hati ku berguman, Orang –orang ini hancur juga ya bercandanya.


"Ksatria baja Hitam (tengah) lagi di apit sama burung garuda tuh (maaf, maksudnya di apit orang2 Garuda)

Begitulah, perjalanan yang di tempuh kurang lebih 2 setengah jam itu kami lewati dengan berbagai canda dan tawa. Dan yang pasti, walaupun sempat tewas sesaat aku nggak bakalan kapok. Yang penting khan bisa berjalan lagi. Hehehehehe…..

Oh ya hampir Lupa tuh…

Mau ngucapin terimakasih kepada,

Mbak Bella
, yang selalu bikin lelucon, dan lelucon mu lah yang bisa membuatku berjalan sampai tujuan, dan aku janji dech, aku gak bisa ngalahin kamu dalam Hiking, karena kamu udah dapat predikat Kesatria baja hitam.( itu kata Fanani lho, aku cuman nerusin aja. Hehe) dan thanks banget kalena kamu selalu mendolong ku untuk tetap naik dengan mesupolt ku , “li.. kamu tadi bilang kalo Pak Fliatma kayak monyet, dan malah malah mengusil kita untuk pelgi dulu”

Hahahaha… , thanks mbak bella, (ku khan belajal ngomong “R” akh…


Pak Harris, Yang sempat ku godain, gara-gara dia meyelutuk bahwa dia punya buntut (baca: ekor).

“ Mana buntutnya Pak Harris” tanyaku sambil pura-pura mencari di belakang bagian tubuhnya.

“Salah Rie, buntutku nggak di belakang, buntutku khan ada di depan.” Ucapnya sambil tertawa.

“Grrrrrr…………..” Kontan saja kita bereman kembali tertawa ngakak….

“hahahahahhahaha……

Pak Dicky “Ketua suku” yang telah berbaik hati mau membawakan tas (tetapi di bibir doank) dan walaupun terpaksa udah mau merelakan handuknya untukku saat pingsan (takut bertanggung jawab kali, karena dia yang ngajak) . walaupun seusai hiking (kata Pak Yudhie) sempat mengomel-ngomel di kamar mandi karena dia terpaksa mengelap tubuhnya yang kebanjiran keringat dengan tissue. Hehehe…, terimakasih ya Pak..!! jangan khawatir, akan segera ku kembalikan kok. Tapi cuci sendiri ya. Ha..ha..ha..ha.


Pak Yudhie, Walaupun dapat julukan pahlawan bertopeng, namun dia sempat juga menawarkan biscuitnya lho, walaupun kenyataannya saat itu aku lapar, akhirnya aku tolak juga karena, aku kasihan melihatnya, khan biscuitnya cuma satu bungkus, kecil lagi. Kalo sampai dia kelaparan, terus pingsan, siapa yang harus gendong??? Hah… enggak lah ya . khan kasihan kalo benar2 dia yang pingsan. Hehehehe…..(duh nich kalo sampe ketahuan pak Yudhie, bisa-bisa dia langsung beli biscuit yang lebih banyak lagi kali…. Hehehe…)



Pak Friatma, maaf ya Pak.., ku katain seperti monyet…, tapi itu nggak bener kok!!! Sweer 100% nggak bener.. itu khan karangannya Mbak Bella saja. Pak Friatma khan baik.., dan bagaimana dalam ketidak sadaran saya bilang seperti monyet…!! Ya pak??? Hehehehee…
Hah..,masih nggak percaya kalo saya nggak ngomong…, apa perlu saya nyanyi nich…

I sweer…..,
I sweer…..,
By the moon and star In the sky….
I sweer…
Aku gak ngatain Monyet…( tapi nggak tau ah…, jadi nggak yakin nich..
Beribu maaf Bapak Friatma, saya benar2 lupa ingatan…..

Ya, begitulah canda di seputar perjalanan, ancur dech pokoknya, dan itulah yang membuat kita semua jadi bersemangat. Bahkan pegal di kakiku udah nggak terasa lagi.
Dan terus terang masih mau hiking lagi tuh ama mereka, nggak peduli, walaupun aku yang selalu di jadikan bulan-bulanan… hehhehehe..

And Thanks juga bagi teman-teman yang telah meluangkan waktu untuk membaca:




Juwariah Arie
Home, September 13, 2005
12.23 Am







posted by Juwariah Arie | 1 Comments

Sunday, September 04, 2005

   Beautiful Hong Kong, Shek O
Hiking, Pemandangan di Shek-O

Photo-photo di bawah merupakan hasil jepretan kamera saat tertatih-tatih menaiki puncak gunung. ngomong -ngomongs gunungnya hujau banget ya...??? (emang ada gunung putih ya? ada gunung salju kale...)



Jalan nan sempit. " awas2 nanti kesandung bangun sendiri ya...???

Mendaki gunung ini, pasti semuanya mau akh, apalagi setelah satu minggu dalam kesibukan dan kejenuhan. sekali kali kembali ke alam khan nggak ada salahnya. nggak perduli pagi pagi harus bangun, yang penting jangan lewatkan pemandangan di atas. Wah..., andaikan tiap hari bisa di sana yach.., ya udah jadi manusia hutan aja!!!! sana...

Hamparan laut itu; Wah enaknya buat puisi aja ya,... tentang kebesaran Tuhan dalam menciptakannya. Ada sebuah pertanyaan dech, dan bagi siapa saja yang membaca pertanyaan ini wajib untuk menjawabya. tidak boleh di tawar .. oke. (setuju khan)

Bayangkan saja khan selama beberapa hari belakangan ini mungkin anda selalu berada di rumah ataupun di kantor, ada nggak keinginan untuk mengunjungi keindahan alam tersebut??? dan cobalah untuk membayangkan seandainya anda berada di atas bukit itu, pejamkan mata sejenak, kemudian buka mata anda pelan-pelan, dan tarik nafas panjang pandang sekeliling.... dan apa yang akan anda rasakan??? Ups!!! jangan katakan ke saya lho jawabannya, cukup tulis saja di kolom comment yang ada di bawah.

Atas partisipasinya makasih ya..!!! ntar di ajak Hiking kok...


Duh ... senengnya yang sudah nyampek jauh di ujung sana; tunggu aku donk...!!!


Batu bersejarah, karena aku belum berkunang2 saat melewati baju ini.



Dahan2 keringnya bisa untuk kayu bakar nggak ya...???

Photo di ambil pada: Saturday September 3 ,2005

LOkasi : Shek-O di lanjutkan ke Big Wave

Lama perjalanan : 2 jam setengah

Perjalanan di pagi hari.


posted by Juwariah Arie | 0 Comments

Saturday, September 03, 2005

   Meriahnya Indonesian Day
Cerita ini merupakan cerita yang terjadi di Hong Kong pada tanggal 28-agustus-2005
Di Queen Elizabeth, Wanchai, Hong Kong.
&&amp;&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&


Kegembiraan di Indonesian Day.

Pagi itu 28-Agustus-2005, masih dengan malas terpaksa aku bangun pagi-pagi untuk bisa meyaksikan acara Indonesian Day, yang di selenggarakan oleh KJRI Hong Kong untuk menghibur semua warga negara Indonesia di Hong Kong. Walaupun sebetulnya ada sedikit kekecewaan karena hari Sabtu malam, aku tidak sempat bertemu dengan para artis yang sengaja di datangkan dari Indonesia untuk meyemarakkan acara tersebut.

"Lho..., ko telat datangnya," sapa Mas Edy, Security di KJRI sambil tersenyum ke arahku.
"iya neh.., tadi mereka ngundangnya telat sich," jawabku dengan agak sedikit kecewa yang di tahan.
"nggak naik, Bu henny, dan sebagian artis masih di atas kok." lanjutnya.
"iya.. dech, saya naik dulu ya."jawabku sambil naik menuju lantai 1 KJRI

Namun, sampai di tengah tangga, ku urungkan niatku untuk melanjutkan langkahku. akhirnya ku putuskan untuk balik kanan, tidak apa-apa sich, cuman nggak enak saja. hehe...

Akhirnya Aku ngobrol dengan Pak Ody, kurang lebih lima belas menit, sampai kami tertawa ngakak, dan akhirnya aku putuskan untuk segera keluar dari KJRI sesudah Pak Ody Pergi.

" Mari Mas Edy, Mari pak semuanya, " kataku ke mas Edy dan semua orang-orang yang kebetulan saat berada di Konsulat.

" Rie, jalannya cepetan sedikit donk..." Kata Ibuk Alimah, saat kita mau berangkat ke Queen Elizabeth stadium.
" Hah... apa buk, Jawabku gedandapan, dan buyarlah lamunanku.

Ku langkahkan kecepatan jalanku mengejar Ibuk Alimah yang sudah berada jauh di depanku. tak kuhiraukan lagi pikiran-pikiran lain yang masih menari-nari dalam pikiranku.
setelah hampir 15 menit bejalan akhirnya sampailah aku di Queen Elizabeth stadium. dan apa yang terjadi....

OH MY GOOD....
Antrian panjang dari ribuan Nakerwan yang akan menyaksikan acara Indonesian Day tampak memenuhi jalan. dan mereka berjubel karena ingin segera masuk ke dalam stadium. Dan akhirnya dengan susah payah akupun berhasil masuk tanpa harus melewati antrian panjang itu.

tepat pukul 11.00 acara di mulai dengan sambutan dari ketua panitia perayaan Bpk. Harris Menundar. yang kemudian di susul dengan sambutan dari Konsul Jendral Bpk. Paiman turnip.
untungnya saja mereka masing2 hanya beberapa menit memberikan sambutan.

Setelah acara sambutan akhirnya acara lain yang di tunggu-tunggupun tiba. Dengan lantangnya Pak Djino, memanggil pelawak kondang yang tetap selalu di kenang oleh para Penonton. KIRUN. dengan gaya khasnya, dia naik ke atas panggung dan biasa langung mbanyol,

(Kirun dan gareng dalam adegan mereka)
Di gambar di atas nampak KIrun dan Gareng, sedang berdialog dalam adegan lucu mereka.
"kalau ini bidang penerangan" kata gareng sambil menunjukkan jari tengahnya, tak pelak semua penonton gemuruh karena tawa, dan tak ikut ketinggalan entah tangan siapa yang aku cubit untuk melampiaskan kepingkalanku.

KOnsul Jendral dalam memberikan Sambutan
Dari Kanan: Paiman Turnip, Enny Budiarti Harjitho, Harris Munandar, Budi Satria, Djoni Muhammad, dan Group Music senada(baju Merah)
Ita Purnama Sari: Bapak Friatma, putra dan Nyonya

" wah kasihan tuh.., pak Friatma di kerjain sama Ita.

Itje Trisnawati, sedang menyanyikan lagu...., bajunya kepanjangan kali... hehehe...

Demikian sepintas acara, tapi jangan keburu di tutup ya Blogs nya masih ada cerita lucu dan mengesankan seputar para Artis, Ita Purnama Sari, Itje Trisnawati, Snada, dan Teamlo.

==================================================================

Puisi Of the Day:

"Teman Sejatiku, Diriku Yang Lain"

Seuntai senyuman tersungging di bibirnya,

Seikat kegembiraan tersirat dari wajahnya,

secercah sinar bahagia terpancar dari wajahnya,

Walau ku tahu dia terluka, luka yang tak terasa,

Senyuman manisnya menutup lukanya yang menganga,

Kegembiraannya menutup Duka yang bersemayam di lubuk hatinya,

Secercah sinar bahagia menutup kesedihan yang tak mungkin kan di ungkapkannya,

Bercucuran Air matanya, kala dunia sepi mulai menyapanya,

Termenung dia dalam kesendirian, di kala ingat kejadian yang menimpanya,

Tersenyum kembali dia, saat mengingat derita yang di alaminya,

Menunduk dia, berguman...,

Tuhan Menyayangiku dengan derita dan ujian ini.

Dia, Si penyandang lara,

Dia, si penyandang Duka,

Dia, yang selalu nampak gembira,

Dia, yang selalu berbahagia dalam Duka,

Dia, Teman sejatiku, Diriku yang lain.

Home 31-August-2005

J. Arie



posted by Juwariah Arie | 2 Comments

  • iNdonESIAn JourneY
  • BirthDay
  • Akhirnya, Aku Bebas Darinya...!!!
  • Ada Apa denganku...???
  • Arti Mencintai Seseorang
  • Still got The Blues
  • Minggu Nan Indah
  • Ketika Wanita Menangis Karenamu
  • Ketika Sopan Santun Mulai terlupakan
  • Bocah LUar Biasa
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • August 2006
  • bla..bal..bla...

    designed by : p3ny4iR K3l4n4