siapakah aku

View my complete profile!

abe
adita
buyung
nabil
Antok<


Sunday, October 16, 2005

   Indah, Karena sebuah Perbedaan
INdah, KArena Sebuah Perbedaan


Sholat terawih di Victoria Park

Khidmat, mendengarkan pengajian dari Haji Nasrudin Latief. dari kanan Heni Hamidah (konsul penerangan KJRI, Bella, x, Kholifah, Inayah (FLP)


Indahnya sebuah keluarga (Friatma Mahmud, dan keluarga) saat mengikuti pengajian di lapangan Victoria Park


Komedi, lawak pada acara ulang tahun IMWU



Penonton yang begitu antusias...

Hari ini, Minggu (16/10/2005), masih dalam suasana ramadhan. Kembali aku terusik untuk menuliskan sebuah kejadian yang di anggap orang lain seperti hal biasa, namun bagiku hal ini merupakan hal yang sangat indah dan langka.

Seperti biasa di setiap hari minggu, banyak sekali kegiatan yang di gelar oleh teman-teman Domestik Helper dari Indonesia. Termasuk siang itu ada beberapa organisasi yang membuat kegiatan. Di antaranya PDV (Persatuan Dakwah Victoria) yang menggelar pengajian dengan menampilkan H. Nasrudin Latief dari Jakarta. Dan juga di sisi lain ada IMWU (Indonesian Migrant Workers) yang sedang merayakan ulang tahunnya.

Sejenak, apabila kita lihat tidak akan ada keganjilan sedikitpun terhadap acara yang di gelar. Namun…, lambat laun suasanapun menjadi sedikit ricuh. Cobalah…, mari saja kita bayangkan di saat anda sedang mengikuti pengajian, kemudian di sebelah anda ada kegiatan ulang tahun yang penuh dengan canda, dan tawa kegembiraan.

Suasana benar-benar terasa begitu aneh, ketika sholat terawih di mulai. Di saat mereka dengan khihmad mengikuti iman, dan menirukan iman saat berseru “AMIiiiiiN….. Dan pada saat yang sama, para pendukung IMWU, mereka sedang menyanyikan lagu terhebohnya group music yang sedang naik daun di Indonesia Peter pan. “ ADA APAAAAA DENGANMUUUUU……, dengan tidak kalah kerasnya. Dengan di ikuti teriakan histeris teman-teman dan jeritan2 bahagia mereka yang bisa joget.

“ Wah gawat nich.., mana bisa konsen mereka pada sholatnya,”

“ Ah masa bodoh…, untung dech aku nggakk ikut sekalian. Kalo ikut bisa-bisa kakiku bergoyang saat sholat” (hehehe..)

Seperti obrolan para ibu-ibu yang sempat saya dengar sehari setelah Sholat terawih di Victoria di lakukan.

“ Wah.. bu kemarin tuh sholatnya asyik banget, musicnya mantep” ungkap seorang Ibu yang ketulan ketemu dengan ibu yang lain.

“ Iya tuh bu…, kaki saya tuh nggak sadar nginjek-nginjek ngikutin alunan music…”
(kata ibu itu sambil tertawa dan nampak mukanya nan merah)


Ku tebarkan pandangan ke sekeliling. Hamparan Victoria yang tidak tergolong sangat luas tesebut penuh di isi oleh berbagai macam pemandangan. Ada yang tiduran di lapangan rumput, ada yang kelihatannya sedang discusi, ada juga yang sedang bergoyang bebas dengan lagu goyang dombretnya.

Perlahan, ku pandang bulan di atas sana. Nampaknya dia juga lagi pelit memancarkan sinarnya. “bulan malu menampakkan dirinya” (ci ile..).
Dengan sebuah senyuman ku cuman bisa berguman, Tuhan memang maha adil menciptakan kita ke dunia ini dengan berbagai kekurangan dan kelebihan.

Juwariah Arie

Home 16/10/2005


posted by Juwariah Arie | 0 Comments

Sunday, October 09, 2005

   Ungkapan Cinta
Sebuah Cerminan Keiklasan
H. Ahmad Suharto, saat memberikan pengajian
Hari itu Minggu (9/10/2005), bersama dengan Ustad, H Ahmad Suharto, Pak Bardiyat dan Pak Farid dari KJRI, aku turut serta untuk pergi ke Yuen Long, salah satu tempat berkumpulnya teman-teman Domestic Helper dari Indonesia. Dengan bantuan salah satu teman dari Majelis taklim cabang Yuen Long, akhirnya Rombongan kecil itu sampai di sana juga.

Dan masya Allah, puluhan muslimah telah menunggu kedatangan Pak Ustad. Dengan sabar senyuman girang dan bahagia yang kemudian di susul dengan berjabat tangan mereka menunjukkan rasa penghargaan dan hormat mereka. Wajah – wajah ceria dalam balutan kerudung yang begitu anggun menyambut kedatangan kami.
Hatiku serasa teriris ketika melihat kebersamaan yang sangat tulus dari dalam hati mereka. Saat itu jam 11. 00 Am, bisa di banyangkan betapa teriknya panas matahari yang menghunjam mereka. Namun, mereka tetap bertahan demi mendengarkan tausyiah dari Pak Harto. Sungguh ..., sebuah pengorbanan yang tiada ternilai harganya.
Senyuman dari masing-masing peserta rasanya membuat suasana panas hari itu ibarat sebuah siraman air es. Terasa dingin dan tenang. Terasa bahagia dan haru.

Hari semakin siang, dan lama-kelamaan taman itu telah penuh oleh para muslimah. Semakin banyak dan semakin berantusias.


Lokasi: Di depan Srikandi- Yuenlong, ssebagian dari mereka yang hanya menggunakan waktu libur untuk duduk-duduk.

Sementara itu…
Di tempat yang sama, di sebuah pojokan, segerombolan anak-anak Indonesia sedang menikmati hari libur mereka dengan berjoget ria, dan bernyanyi ria. Ada juga yang hanya nongkrong bersantai ria tanpa mengerti dan memahami apa yang mereka lakukan. Bahkan ada juga yang dengan begitu sibuknya menjajakan barang daganganya.

Ku sapukan pandangan ke sekeliling. Oh Tuhan, begitu adilnya Engkau ciptakan kehidupan di dunia ini. Ada senang, ada duka. Ada tangis ada tawa. Ada kesedihan ada kebahagiaan. Dan kini aku menarik nafas panjang dan hanya mampu berdoa dan memohon.. Lindungilah mereka semua. Teman-temanku yang dari Indonesia. Selalu tunjukkanlah jalan yang benar kepada mereka. Bangkitkanlah bara api semangat dalam hari mereka agar selalu berusaha dan mengisi hari-hari dengan sesuatu yang berharga.

Photo Bersama: Seusai pengajian, bersama H. Ahmad Suharto dari Pondok Gontor

Di bawah terik matahari, dan suasana yang panas menyengat.


Sepintas, senyuman tersungging di bibirku. Yuenlong, baru kini ku sadari. Banyak sekali teman –teman dari Indonesia yang berada di tempat terpencil ini. Teman andai kalian tahu, betapa ku ingin berbagi dengan kalian. Betapa aku ingin berbagi suka dan duka dengan kalian. Betapa aku ingin mendengar kisah dari kalian. Apa yang membuat kalian begitu tegar, dan selalu tersenyum dengan penuh keiklasan, walaupun tak pernah ku tahu apakah yang tersimpan di balik senyuman itu.

Saudaraku, betapa aku cinta kepada kalian.

Yuenlong 9/october/2005

Arie




posted by Juwariah Arie | 0 Comments

Tuesday, October 04, 2005

   My Story...
Awal Puasa Di Hong Kong, dan …. Kenangan Itu…..!!!

Hari Selasa (4/10 2005), telah di ikrarkan bahwa puasa akan di mulai keesokan harinya. Pada hari Rabu. Suasana senang meliputi hati dan perasaan umat islam termasuk aku. Karena pada tahun 2 sebelumnya aku tidak pernah dengan serius menjalankan perintah agamaku.

Dengan berbunga2, selalu aku mengikuti sholat terawih. Walo kadang kesibukan selalu menyertai dan membanyangi. Cuman satu hal yang selalu membuat selalu ingin mendekatkan diri kepada Nya. Aku Mohon di berikan kesabaran dan keselamatan. Serta ingin memperbaiki kelalainku di masa lalu.

"Keindahan bersama orang2 yang kita cintai"
Aku, Grandma, and My Mother

Tahun ini harus lebih baik dari pada tahun kemarin, itulah yang selalu terngiang di kepalaku. Setulus hati aku harus bisa menjalankan puasa ini dengan baik. Apapun yang terjadi. Dan aku percaya dengan kehendak Allah semuanya pasti akan bisa terjadi.

Dengan wajah berseri sengaja aku menyiapkan alarm agar bisa bangun keesokan harinya agar bisa sahur. Dan dengan niat bulat sudah ku siapkan juga menu teristimewaku yang sengaja di pesan dari Warung Malang (Biasalah Bu Kat).
Dan rasanya aku tidak jauh berbeda dengan orang yang menanti sesuatu di keesokan harinya. Alhasil…, malam itu aku tidak bisa tidur. Dengan agak sedikit jengkel ama mata sendiri akhirnya ku putuskan untuk sahur pada jam 02.00 am.

“Duh bisa kebayang nggak sih, pagi2 jam 2 makan.”…

“Ah…, peduli amat, amat aja nggak perduli…, dari pada besuk pagi nggak bangun. Lagian nggak ada yang tahu khan.”…

Tersenyum sendiri sambil menikmati Ayam Goreng Ala Bu Kat, bayanganku tiba2 langsung melayang ke Indonesia. Beberapa tahun yang lalu ketika aku tidak pernah memikirkan tanggung jawab aku sendiri. Ada Ibu dan Bapakku yang selalu membangunkan kami. Tanpa harus merasa khawatir bangun kesiangan.



Hi..., Ladies, What You Thiking about????

Beberapa tahun yang lalu, kebersamaan dan kebahagiaan selalu kami rasakan di tengah2 keluarga kami. Dan selalu bersyukur aku, karena memiliki dan di karuniai orang2 yang nenyangangi dan mencintaiku.

Pa, Ibu…, I love You So Much…..

Tanpa bisa ku cegah, air mataku menetes, tepat jatuh di atas nasiku. Tiba2 saja aku rindu mereka, aku ingin berada di tengah2 mereka, belaian kasih dari mereka, elusan tangan yang begitu lembut.

“Bangun..., bangun sahur Nak.” Kata2 ibuku tiba2 terngiang di kepalaku.

“Ehmmmm...., Ibu..., bentar ah...” Ucapku manja kala itu.
Begitulah setiap kali di bulan puasa selalu aku tergantung sama Orang tuaku.
“ah.. aku jadi rindu saat bermanja dan bermalas2 ria.....”

Ku pandang, sekelilingku. SEPI. !!!!!!
Tak ada siapaun di sana! Hanya music kesayanganku yang selalu menemaniku. Ku pandangi ruangan yang sekarang aku tempati. Yang selalu sepi dan tiada seorangpun yang bersamaku.

Oh Tuhan…, Pagi itu aku dapatkan hikmah dari mu. Pentingnya arti sebuah kebersamaan. SEBUAH KELUARGA. I NEED IT.

Akhirnya, dengan berbagai bayangan aku habiskan makananku.masih dengan derail air mata akhirnya aku berusaha memejamkan mata. Ku alihkan banyanku akan kegiatan esok hari. Dan…ZZZZZzzzzz….

ME, MY Self....


posted by Juwariah Arie | 0 Comments

  • iNdonESIAn JourneY
  • BirthDay
  • Akhirnya, Aku Bebas Darinya...!!!
  • Ada Apa denganku...???
  • Arti Mencintai Seseorang
  • Still got The Blues
  • Minggu Nan Indah
  • Ketika Wanita Menangis Karenamu
  • Ketika Sopan Santun Mulai terlupakan
  • Bocah LUar Biasa
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • August 2006
  • bla..bal..bla...

    designed by : p3ny4iR K3l4n4