siapakah aku

View my complete profile!

abe
adita
buyung
nabil
Antok<


Tuesday, December 20, 2005

   Saat-saat menegangkan...!!!!
Saat-Saat Yang Mengharukan.Konjen: Paiman Turnip saat mengucapkan selamat kepada Bang Hendri

Bang Hendri dengan Pak Nug, dengan wajah lelah yang menghiasi keduanya


Haru, saat mengetahui bahwa semua tawanan dari Indonesia sudah di bebaskan
















Saat menikmati makan malam bersama

"Rie, kamu di mana." tanya PakNugroho,

"Di perpus Pak, ada apa? tanyaku dengan berbisik, karena tiba-tiba seorang petugas Library memandangiku....

"Bisa dateng nggak ke Ramayana KJRI sepuluh menit lagi, kita sedang membawa para aktivis yang telah di bebaskan..."

"Oke Pak, Beres."

=====Sepuluh Menit Kemudian=========

Telah ada beberapa orang di Ramayana. Sekitar sepuluh orang berwajah kusut dengan dandanan yang super amburadul seperti satu minggu tidak mandi. Itulah mereka, para sebagian para aktivis dari Indonesia yang sudah di bebaskan.
Dengan senyuman di bibir, aku menyalami mereka satu persatu. walaupun dalam hati berkecamuk, apa yang akan aku tanyakan kepada mereka nantinya.

Oh Tuhan, aku mendekat kepada seseorang yang berwajah kusut dengan muka memerah..., sepertinya bekas semprotan cabe. Dengan pasti aku menanyakan apa yang terjadi malam tanggal 17 kepadanya. Tanpa banyak kesulitan aku dapatkan berita itu. Dengan ketulusan, dan semangat juang mereka berusaha untuk menentang WTO dan memperjuangkan nasib petani di Tanah Air, sungguh sebuah perjuangan yang luar biasa, tidak cukup dengan berdemo ria, namun mereka mempunyai sebuah misi mulia yang tidak bisa di jelaskan oleh siapapun.

Wajah-wajah lelah terlihat jelas di raut muka mereka. begitu pula dengan Pak Nugroho dan Pak Odie, wajah kusut dan ngantuk mereka sempat membuat mulutku bercerewet ria mengomentari mereka. "Pak Nug, wajahmu kok jelek gitu seh, berapa hari nggak mandi dan tidur...? tanyaku dengan lantangnya. Spontan, beberapa orang menoleh ke arahku, Ups, sorry nggak sengaja.. hehehe...

Dengan bersungut, Pak Nugroho menjawab, "kita tadi malem sampai malem ini belum tidur..."jawabnya sambil tersenyum yang di paksakan...

"walah... gitu aja ngambek..." (nggak2 bercanda...)

Begitulah, malam itu adalah malam bahagia bagi semuanya. Bagi KJRI, karena telah melakukan tugas mereka dengan baik dan benar yaitu melindungi warga Negara Indonesia di Hongkong, dan juga bagi para aktivis dari Indonesia yang bisa melakukan visi dan misi mereka dengan baik. Hikmah dan pelajaran yang berharga semoga saja bisa di petik dari kejadian ini. Dan dengan penuh keharuan akhirnya acara itu di tutup dengan acara photo bersama dengan seluruh aktivis dan pejabat dari KJRI.






posted by Juwariah Arie | 0 Comments

   Kenangan WTO
Cerita Indah di Balik WTO

“ Ha… ikut demo!! nggak ah saya nggak mau ikut campur akan urusan seperti itu. Nggak, nggak kenapa-napa, cuman rasanya ya nggak tertarik gitu aja. Tidak ada alasan lain. Dan jangan saya suruh untuk menjelaskan kenapa.” Jawab salah seorang Ibu-Ibu di Victoria Park (18/12/2005)

“ Ikut demo, ya ikut demo lho…!! Nggak apa-apa kok. Yang lain ikut demo, dan kelihatannya lucu ya ngikut aja. Kebetulan saya sedang libur. Itung-itung untuk nambah pengalaman, apalagi ini even dunia. Ya harus ngikut dong!!! Jawab seorang Tenaga Kerja Wanita yang di tanyai RoseMawar di tengah-tengah teriakannya Junk- junk WTO.

Peristiwa demo WTO memang sudah berakhir hampir satu bulan yang lalu. Berbagai persiapan dan kekhawatiran pemerintah Hong Kong Juga telah berakhir. Tenang sudah keadaan di Hong Kong, tanpa harus ada rasa was-was mengantisipasi hal buruk yang akan terjadi. Kini, tinggallah sebuah cerita akan siapa saja yang terlibat dalam demo tersebut. Kendati penuh bahaya dan resiko akhirnya RoseMawar berhasil berbagi cerita dengan Anda yang kebetulan tidak mengikuti acara tersebut.
===========================================================
Saat-saat Mendebarkan

Saat itu (17/12/2005) saat ini meunjukkan sekitar jam delapan malam. Semua demostrant berhasil memasuki kawasan Wanchai. Dan itulah saat-saat yang paling menggetarkan. Penuh dengan bahaya, bahkan bisa-bisa nyawa jugalah taruhannya. Keadaan semakin memburuk ketika demonstrant dari Korea memaksakan diri untuk masuk dengan cara menabrakkan pagar pergi ke arah petugas. Teriakan yel-yel pendukung semakin keras di tabuh. Semakin seru jugalah bentrok di antara ke dua belah pihak. Polisi Hong Kong kewalahan. Cairan cabe dan cairan merica sudah tidak mempan lagi. Apalagi demostran Korea dengan cerdasnya telah membawa berbagai peralatan untuk melindungi diri dari semprotan cairan panas tersebut. Akhirnya semua demonstran lari pontang-panting menjauh dari arena setelah Aparat menembakkan gas air mata.

“ Shit…, Kurang ajar, Kau Joa…” itulah beberapa umpatan yang sempat RoseMawar dengar kala itu. Para demonstran sibuk mengamankan diri masing-masing karena gas air mata yang di ledakkan ternyata cukup pedas untuk menggertak mundur pasukan. “ are u oke.” Ucap seorang demonstran Korea melihat salah seorang perempuan dari Indonesia yang terduduk di jalan sambil menyeka air mata dan ingus yang kaluar. “You can use this..” dia mengulurkan potongan lidah biaya kea rah wanita tersebut. Ternyata solidaritas sesama demostran sangatlah tinggi.

Malam semakin larut, para demonstant pun tidak gentar. Mereka tidak beringsut dari tempat mereka. Sementara polisi Hong Kong semakin merapat dan semakin medekat. Akhirnya sekitar jam 5 pagi Aparat menagkap para demonstran yang masih tetap berada di sana. 900 demonstran dari Korea dan 23 dari Indonesia di amankan oleh Aparat dan di lakukan pemeriksaan.
===========================================================
Hari Penutupan, Adem Ayem

Keesokan harinya (18/12/2005) wilayah Hong Kong dan terutama Causeway bay dan Wanchai menjadi kota mati. Kendaraan umun tidak melintasi wilayah itu bahkan hampir toko-toko menutup aktivitasnya. Menurut siaran dari slah satu televisi local, kejadian seperti ini belum pernah terjadi di Hong Kong sebelumnya. Wah…!!! Belum pernah terjadi!!!

Namun di luar dugaan, demo yang di gelar hari itu cukup lancar, tenang bahkan bisa di katakana adem ayem. Tidak ada kerusuhan yang terjadi. Hanya saja ada sebuah cerita menarik yaitu dengan menceburnya Intan (salah seorang Tenaga Kerja Wanita Indonesia) ke dalam laut dan sempat berakdi sambil mengapung di tengah laut. Karena ingin menunjukkan partisipasi dia rela terjun ke laut walaupun saat itu Hong Kong sedang musim dingin. Sampai di situlah aksi yang terjadi pada Minggu (18/12/2005) cerita Indah namun penuh dengan tantangan.
(RoseMawar Magazine Arie, Hkg)

posted by Juwariah Arie | 2 Comments

Saturday, December 17, 2005

   Kenangan itu
Untuk APakah Ini???

Mengikuti sebuah acara demo? Ah… itu pertanyaan yang sangat umum sekali. Kenapa harus di pertanyakan? Mungkin itulah jawaban yang tepat untuk diriku sendiri ketika itu. Namun...!!! tidak demikian adanya.

Perjalanan demo ketika itu serasa membuatku benar-benar menemukan sebuah arti dan kesan, walaupun pada kenyataannya aku tidak begitu mengerti maksud dan tujuan dari demo tersebut. Satu yang aku. Mereka ingin menentang WTO. Thats all.

Bodoh sekali memang..., tapi itulah kenyataannya. Karena memang aku sendiri tidak tahu. Aku hanya berusaha mengikuti jalannya demo untuk kepentingan berita untuk Majalah tempat aku bekerja. Demi itu semua aku bahkan rela berjalan terseok-seok di antara demonstrant yang lain, rela jatuh terduduk tanpa bisa berbuat apa-apa ketika gas air mata itu menyergapku, dan hampir saja membuatku tidak bisa bernafas. Sesak sekali, air mata berderaian, bahkan udara pun serasa ikut memusuhiku. Sungguh sebuah pengalaman yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya.

Aku tersenyum sesaat ketika aku menyadari, kenapa aku berada di sini. Di tengah-tengah keramaian ini? Kemudian aku menoleh sekelilingku. Banyak orang 2 yang tidak aku kenal berada di sana. Para wartawan bertebaran memburu berita. Orang2 korea yang dengan semangat meneriakkan “down..down WTO” dan orang2 indonesia yang mengibarkan sang saka merah putih.

Malam semakin larut, sementara kerusuhan semakin menjadi. Aku memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. Sementara itu kami sudah di kepung oleh polisi yang siap mengahadang jalur kami. Pelan namun pasti aku meninggalkan tempat itu setelah aku rasa cukup untuk sebuah bahan berita. Terbersit sedikit khawatir akan apa yang akan terjadi selanjutnya. Setelah melewati beberapa lorong kecil, akhirnya aku sampai di rumah yang berjarak tidak jauh dari lokasi demo.

Segera aku menyalakan televisi untuk mengetahui perkembangan yang ada, saat itu jam 03.00 dini hari. Keesokan harinya ku dengar khabar, hampir 900 orang demonstrant dari Korea tertangkap dan 23 orang aktivis dari Indonesia juga tertangkap. Terus apa yang terjadi kemudian……


NEXT…..

"""""""""""""""""I MISS U """"""""""""""""""""""""""""

posted by Juwariah Arie | 0 Comments

  • iNdonESIAn JourneY
  • BirthDay
  • Akhirnya, Aku Bebas Darinya...!!!
  • Ada Apa denganku...???
  • Arti Mencintai Seseorang
  • Still got The Blues
  • Minggu Nan Indah
  • Ketika Wanita Menangis Karenamu
  • Ketika Sopan Santun Mulai terlupakan
  • Bocah LUar Biasa
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • August 2006
  • bla..bal..bla...

    designed by : p3ny4iR K3l4n4